pandora
judul : fantasteen. pandora
Penulis : Utari Rachma Siwi
Genre :Fantasi, Misteri
Penerbit : DAR! MIZAN
Tahun Terbit : 2016
Tebal : 184 halaman
No. ISBN : 9786024200848
Pandora menceritakan tentang Raze Fialyra, seorang gadis 16 tahun yang suka memecahkan misteri. Suatu hari, temannya menawarkan sebuah misteri menarik untuk dia pecahkan, yaitu sebaris lirik lagu. Lirik itu berasal dari lagu komedi putar maut, yang membuat beberapa remaja menghilang. Tetapi tidak ada yang pernah melihat komedi putar di taman tersebut, para remaja tidak pernah kembali—termasuk kakak Raze, Raffa—dan Raze berapi-api ingin menyelidiki misteri itu. Datang ke taman pada malam hari, dia tidak menyangka dia juga akan ikut terdampar di dunia asing itu dan harus membebaskan kelima nyawa.
Dia menaiki sebuah komidi putar dan terjebak di dunia asing. Tidak ada siapa pun lagi selain dirinya dan lima jiwa yang harus dia bebaskan. Ketika mendarat, tiga ekor kelinci menyerangnya dengan ganas. Padahal dia berada di padang rumput hijau yang damai. Sampai akhirnya, seorang pemuda berjubah putih menyelamatkannya. Pemuda itu memiliki api putih yang terasa hangat seperti cahaya.
“Selamat datang di Dunia Pandora,” katanya. “Kalau kau ingin pulang, kau harus membebaskan Lima Jiwa.”
Raze kebingungan. Pertama, dia tidak habis pikir kenapa dia bisa terdampar di dunia lain. Kedua, apa maksudnya membebaskan jiwa? Apa maksudnya dia harus membunuh?
“Waktumu hanya 24 jam. Jika kamu tidak berhasil membebaskan lima jiwa ini, maka kematian akan menjemputmu.”
Jelas, Raze tidak punya pilihan lain. Apa dirinya harus betul-betul membunuh?
kelebihan :
Ceritanya rapi, maksudnya, plotnya berjalan dengan baik dan tidak membingungkan .
baik, beserta arti-arti terselubungnya, hingga kesan repetetifnya tidak terlalu terasa. Malah, membuat pembaca semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Rasanya saya seperti mengumpulkan kepingan puzzle.
kekurangan:
Pacing atau Time Skip-nya terkadang aneh, terlihat paling jelas di Prolog. Beberapa misteri juga ada yang tidak terlalu “Twisty”, ada yang mudah ditebak bahkan

Komentar
Posting Komentar